Desa Batujaya yang Angker: Di Balik Keagungan Candi, Ada Dunia yang Tak Terlihat
Desa Batujaya, yang terletak di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dikenal sebagai situs arkeologi penting berkat keberadaan Candi Batujaya, peninggalan Kerajaan Tarumanegara yang diperkirakan berasal dari abad ke-5. Namun, di balik kejayaan sejarah dan nilai arkeologisnya, desa ini juga menyimpan sisi gelap yang penuh misteri. Warga sekitar bahkan menyebutnya sebagai desa angker—tempat di mana dunia nyata dan dunia gaib seakan bersinggungan.
- Kompleks Candi Batujaya: Tempat Persemayaman Para Leluhur? Kompleks candi yang berdiri megah di tengah hamparan sawah ini tak hanya menjadi saksi bisu sejarah kuno, tetapi juga disebut sebagai pusat kekuatan mistis. Menurut warga setempat, candi ini bukan sekadar bangunan batu, melainkan tempat bersemayamnya roh leluhur dan makhluk halus penjaga wilayah.
Beberapa pengunjung yang datang malam hari mengaku melihat penampakan biksu berjubah putih yang berjalan pelan di antara reruntuhan candi. Ada pula yang mendengar suara lonceng kecil atau kidung kuno yang seolah datang dari zaman lampau. Aura magis terasa begitu kuat, terutama saat matahari terbenam atau di malam Jumat Kliwon.
- Sawah Gaib dan Jalan yang Berubah Sendiri Warga Desa Batujaya sudah lama mempercayai keberadaan “sawah gaib” yang berada tak jauh dari candi. Pada siang hari, sawah ini tampak biasa, tetapi malam hari, sering terdengar suara gamelan, tangis perempuan, atau nyanyian yang datang entah dari mana.
Ada pula kisah para pengendara motor yang mengaku tersesat di jalan desa yang seharusnya lurus, namun tiba-tiba berbelok sendiri dan kembali ke tempat yang sama berulang kali. Beberapa warga menyebut fenomena ini sebagai “jalan goib”, yang kerap muncul saat seseorang masuk wilayah sakral tanpa izin.
- Makam Kuno yang Dijaga Makhluk Halus Di sekitar desa terdapat beberapa makam tua yang diyakini sebagai tempat peristirahatan tokoh-tokoh spiritual zaman dulu. Salah satunya adalah Makam Ki Jaya Sakti, yang dikeramatkan dan hanya boleh diziarahi oleh orang-orang tertentu.
Makam ini sering dijaga oleh sosok tak kasat mata yang disebut “Simbah”, makhluk tua berjubah lusuh dengan mata merah menyala. Jika seseorang datang dengan niat buruk, dipercaya mereka akan kesurupan, pingsan, bahkan bisa “hilang” selama beberapa hari.
- Larangan Tertulis dan Pantangan Warga Ada sejumlah larangan tak tertulis di Desa Batujaya yang dijaga ketat oleh warga, seperti larangan berbicara kasar di area candi, larangan membawa pulang batu atau benda apapun dari situs kuno, serta larangan membunyikan musik keras di sekitar sawah pada malam hari.
Konon, melanggar pantangan tersebut akan mengundang kutukan. Beberapa kasus orang kesurupan, mendadak sakit misterius, atau mengalami kecelakaan aneh disebut sebagai bukti nyata bahwa kekuatan gaib masih kuat di wilayah ini.
Menghormati yang Tak Terlihat
Desa Batujaya memang menyimpan kekayaan sejarah luar biasa, namun juga menuntut penghormatan terhadap sisi tak kasat mata. Bagi sebagian orang, kisah-kisah angker di desa ini mungkin hanya mitos. Namun bagi warga, itu adalah bagian dari keseimbangan yang menjaga harmoni antara manusia, alam, dan dunia gaib.
Jika suatu hari kamu berkunjung ke Desa Batujaya, ingatlah untuk melangkah dengan sopan dan hati-hati. Sebab di tanah yang dahulu menjadi pusat peradaban, masih ada kekuatan lain yang terus menjaga, diam-diam namun nyata.